Other Videos

Masyarakat Keluhkan Distribusi Air, Instalasi PDAM Denpasar Ditinjau

DENPASAR – Anggota DPRD Kota Denpasar melakukan peninjauan ke instalasi pengolahan PDAM di Banjar Blusung, Desa Peguyangan, untuk upaya menindaklanjuti keluhan masyarakat karena distribusi air yang tidak lancar.

Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, mengatakan pihaknya ingin melihat langsung instalasi pengolahan PDAM di Banjar Blusung guna mendapatkan data mengetahui penyebab distribusinya kurang lancar.

"Kami bersama rekan anggota Dewan lainnya, yaitu Kadek Agus Arya Wibawa, Nyoman Darsa, Made Suweta, Ketut Budiarta, Hilmun Nabi, Putu Oka Mahendra, serta Putu Metta Dewinta Wandy sudah melakukan peninjauan pada Senin 1 Februari 2016,” ujar Kompyang Wiranata, Selasa (2/2/2016).

Menurutnya, masyarakat akhir-akhir ini mengeluhkan pelayanan PDAM Denpasar, khususnya pada suplai air terutama di daerah Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Utara.

Kompyang Wiranata berharap pada 2017, daerah yang mengalami kekurangan air seperti Perumnas dan beberapa kecamatan di Denpasar bisa segera diatasi.

Selain itu, ada kekhawatiran jika terlalu lama masyarakat dibuat tidak nyaman terkait distribusi air PDAM, warga akan semakin banyak beralih ke sumur bor atau air bawah tanah (ABT).

Ia mengemukakan, dampak hal tersebut selain berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah, juga akan mengganggu ekosistem lingkungan.

"Untuk mengatasi hal ini, dalam waktu dekat kami jajaran Dewan akan merevisi Perda ABT tersebut," ujarnya.

Kadek Agus Arya Wibawa menambahkan, tiga sumber air PDAM Denpasar selama ini dinilai tidak maksimal, yaitu Sungai Penet, Sungai Ayung, dan Sungai Petanu. Untuk itu, pihaknya berharap PDAM Denpasar meningkatkan komunikasi antarpemerintah daerah, yakni Kabupaten Tabanan, Gianyar, Badung dan Provinsi Bali.

"Sinkronisasi ini menurut kami masih kurang. Ke depannya perlu dikomunikasikan dengan pihak-pihak tersebut," katanya.

Direktur Utama PDAM Kota Denpasar, Ida Bagus Arsana, didampingi Direktur Teknik Putu Yasa dan Direktur Administrasi Keuangan Sri Utami mengatakan, komunikasi sudah dilakukan dengan maksimal. Salah satunya saat ini pipa distribusi Waribang-Veteran sudah dialiri air dari Sungai Petanu.

"Mulai 6 Januari 2016, air dari Petanu baru bisa masuk dengan kapasitas 50 liter per detik, padahal awalnya dijanjikan 125 liter per detik," ujar Arsana.

Meski air sudah masuk, targetnya masih jauh dari harapan yakni 125 liter per detik.

Dengan kondisi seperti itu, baru sebagian pelanggan PDAM Denpasar yang bisa menikmati masuknya air Tukad Petanu, misalnya di kawasan Sekar Tunjung.

"Kami juga sudah buatkan peta distribusi untuk mengatasi keluhan masyarakat ketika air sudah masuk secara maksimal. Harapan kami, Februari ini pengaturan air bisa dilakukan. Masih kami jajaki," ucapnya.

Arsana mengakui, masuknya air Tukad Petanu yang hanya 50 liter per detik belum maksimal. Bukan tidak mampu, tapi masih tahap uji coba secara bertahap hingga nanti bisa memenuhi kebutuhan air di Denpasar.

"Kecilnya aliran air disebabkan debit Sungai Petanu menurun drastis. Meski sempat hujan, belum berpengaruh pada peningkatan debit air sungai sehingga suplainya ke pipa juga kecil. Satu sisi juga informasinya sedang ada perbaikan bendungan di Kengetan Ubud," katanya.


Connect & Share
  • YouTube - Black Circle
  • Google+ - Black Circle
  • Twitter - Black Circle
  • Instagram - Black Circle
  • Facebook - Black Circle